Berkhidmat Tanpa Syarat: Rahasia Keikhlasan di Balik Dakwah Al-Qur’an yang Abadi

Publikasi:
24.4.2026



Menghadirkan Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH. (Deputi Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Darussalam Gontor) sebagai narasumber utama, Ummi Foundation sukses menyelenggarakan Webinar Pendidikan bertajuk "Berkhidmat Tanpa Syarat: Jalan Keikhlasan Menuju Keabadian Amal".

Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 22 April 2026 ini diikuti oleh 351 peserta, yang terdiri dari para trainer, pengurus daerah, serta koordinator daerah Ummi dari seluruh penjuru negeri melalui media online Zoom.

Komitmen Peningkatan Spiritual dan Akademik

Acara dibuka dengan khidmat lewat tilawah Al-Qur’an oleh Ust. Muhammad Faisal Fauzi, M.Pd.I. (Ummi Bandung Raya), kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Direktur SDM Ummi Foundation, Dr. H. AB Musyafa' Fathoni, M.Pd.I.

Dalam arahannya, Dr. Musyafa’ menekankan dua misi besar:

"Mengutip Imam Al-Ghazali, ada tiga kelompok orang berilmu. Kita berharap melalui webinar ini, kita termasuk golongan pertama: yang menggunakan ilmu murni untuk mencari kebahagiaan akhirat dan rida Allah," tutur Dr. Musyafa’.

Intisari Materi: Memurnikan Niat dalam Berkhidmat

Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH. membedah makna keikhlasan yang seringkali menjadi tantangan terbesar bagi para pejuang pendidikan. Beliau menjelaskan bahwa kata ikhlas tumbuh dari akar makna yang dalam; sesuatu yang murni, jernih, dan bersih dari segala campuran.

Ikhlas dalam Pandangan Ulama dan Dalil

Musuh dalam Selimut: Penghambat Ikhlas

Prof. Nur Hadi mengingatkan peserta untuk waspada terhadap hal-hal yang merusak pahala, seperti:

  1. Keinginan untuk Dilihat (Riya) dan Didengar (Sum'ah).
  2. Merasa Diri Hebat.
  3. Ketergantungan pada Pujian Manusia.

"Jalan Sunyi" Menuju Keabadian

Webinar ini menjadi momentum bagi para trainer Ummi untuk belajar memberi tanpa meminta balasan dan mengajar tanpa menuntut pengakuan. Sebagaimana pesan penutup dari Prof. Nur Hadi:

"Berkhidmat tanpa syarat adalah jalan sunyi, tetapi di sana cahaya terus menyala. Ia tidak ramai di bumi, namun bercahaya di langit. Yang kita cari bukan banyaknya pujian, melainkan apakah amal kita diterima oleh Allah."

Apresiasi untuk Peserta

Setelah sesi diskusi dan sharing yang interaktif bersama para trainer, acara ditutup dengan pengumuman peserta terpilih yang mendapatkan apresiasi berupa buku "Atomic Habits" karya James Clear. Hadiah ini diharapkan dapat memotivasi para penggerak untuk terus membangun kebiasaan baik dalam berdakwah.

Semoga setiap huruf Al-Qur’an yang diajarkan menjadi cahaya yang menyelamatkan kita semua di hadapan-Nya kelak.